-
Admin 24news
- 13 Jan 2026
lahan masyarakat Desa Kebun Lado yang lebih luas.
Ketua KUD Karya Bhakti, Arhendri, menegaskan bahwa keberhasilan saat ini adalah miniatur dari apa yang bisa dicapai.
"Saat ini hanya dengan 0,8 Hektar masing-masing anggota bisa terima 3 hingga 4 juta setiap bulan. Bayangkan jika lahan kami yang lebih luas tidak menjadi konsesi. Dengan semangat dan manajemen KUD Karya Bhakti saat ini, kami yakin bisa menyejahterakan ribuan KK, bukan hanya 500, selain itu saat ini KUD karya bhakti juga menyumbang pajak 4 M lebih pertahun kepada negara"_ Terang Arhendri, Ketua KUD Karya Bhakti.
Pernyataan ini menyoroti akar masalah utama dugaan penguasaan dan penggarapan lahan oleh korporasi raksasa seperti RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper), yang dianggap telah "mengekang" potensi mandiri desa.
Informasi sebelumnya menyebutkan adanya dugaan ratusan hektar Area Penggunaan Lain (APL) yang sebelumnya di klaim milik masyarakat Kebun Lado yang belakangan di ketahui tiba-tiba berubah status menjadi Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan masuk dalam kawasan